WOrkshop Parenthing Matematika Kreatif

Sarasehan dan Work Shop Parenthing

Mengajarkan Matematika dengan GAMPANG,

Nyeni dan Kegembiraan”

Untuk Usia Kanak-Kanak Awal (5-9 tahun)

Sekolah Komunitas Kebon Maen

Griya Telaga Permai,  Jl. Raya Bogor Km 40,7 Cilangkap, Tapos Depok

Sabtu, 16 Februari 2013 09.00 – 15.00 BBWI

Pemateri :

  1. 1.   Luna Setiati, S.Sn Image

Praktisi MatematikaKreatif serta

Pakar Seni Rupa dan Gambar dari ITB Bandung

  1. 2.   Ery Soekresno, Psi, MSc (edu) Image

Praktisi dan bekerja  dalam bidang Perkembangan Anak

Investasi

Bunda : Rp. 150.000,00

Ayah : Rp. 130.000,00

Fasilitas : Makalah, Snack dan Makan Siang

Matra

“Kegemaran, permainan, dan kelincahan gerak seorang anak pada waktu kecil

akan mempertajam pemikirannya ketika dewasa.”  (H.R. At Tirmidzi)

Selama ini pemahaman saya atau kita tentang lawan kata(makna)nya “BERMAIN adalah “SERIUS.   Mungkin saya dan orang tua semua sepakat dengan pernyataan tersebut.  Betapa kagetnya ketika kita mengetahui bahwa lawan makna dari  “BERMAIN” adalah “DEPRESI” .

Beberapa waktu mencoba menalar pernyataan tersebut.    Belum lagi jika ditambah dengan pernyataan bahwa BERMAIN pada usia kanak-kanak awal  (5-9 tahun) adalah PEKERJAAN.  Saat masih kanak-kanak dulu, kenangan yang paling diingat ya BERMAIN itu.  Mungkin dari kita ada yang punya pengalaman yang sama.  Masih ingatkah bagaimana menyusuri pematang sawah mencari keong mas (tutut) untuk diadu kekuatan rumahnya.  Kalau petaninya tidak ada, kita dengan berani masuk ke areal sawahnya.  Kalau ada petaninya kita hanya mencari di pinggiran pematangnya saja.  Jika masuk sawah pasti dimarah-marahi karena tanaman padinya rusak terinjak-injak.  Menyenangkan sekali, sepertinya ingin jadi anak-anak lagi.

Sementara DEPRESI yang di maksud dalam Perkembangan  Manusia (human development)  adalah gangguan suasana hati yang melebihi kesedihan yang normal dan sementara.  Jika dibandingkan dengan BERMAIN memang bertolak belakang sekali.  DEPRESI adalah ganguan hati sedangkan BERMAIN menyenangkan hati.

Menjadi anak-anak kembali dan menemani mereka bermain akan merubah banyak hal.  Menurut Vygotsky perkembangan kognitif adalah sebuah proses kolaboratif.   Aktifitas yang dilakukan bersama membantu anak menginternalisasikan cara berpikir dan berperilaku yang ada di masyarakatnya, dan menjadikan miliknya.  Dengan ditambah pola asuh model  DEMOKRATIS,  yang mencari sudut pandang anak saat melakukan BERMAIN, saya yakin anak akan merasa aman dan nyaman melakukan eksplorasi.  BERMAIN dan DEMOKRATIS akan memudahkan proses berpikir anak.

Amigdala (batang otak) sebagai pusat kendali semua respon dari semua stimulus dari luar tubuh anak, akan dengan mudah meneruskan stimulus tadi ke sistem limbik.  Amigdala bekerja dengan sensor hati yang senang atau terancam.  Jika stimulus nyaman maka amigdala akan terbuka dan jika terancam atau tekanan, amigdala akan bekerja seperti otak reptil.  Jika berani akan melawan jika takut akan lari.

Sistem limbik sebagai pusat sensor bermakna atau tidaknya stimulus akan menerima dari amigdala.  Bagian dari otak ini bekerja menyensor apakah sebuah informasi bermakna atau sampah buat hidupnya. Bermakna akan disimpan dan sampah akan dibuang. Jika stimulus tersebut bermakna untuk dirinya, maka stimulus ini akan diteruskan masuk dalam memori jangka panjang yang ada di korteks (otak besar).  Alangkah hebatnya anak-anak nanti jika mereka tumbuh dan berkembang dengan suasana DEMOKRATIS dan BERMAIN.

Pada usia kanak-kanak awal ini, anak mulai belajar berpikir dari sudut pandang orang lain.  Sebelum usia 5 tahun mereka hanya berpikir berdasarkan sudut pandangnya sendiri.  Sekarang, mereka mulai tertarik untuk bermain bersama teman sejenisnya.  Anak laki-laki mulai bermain dengan anak laki-laki lainnya.  Demikian pula anak perempuan akan bermain dengan anak perempuan.   Perkembangan ini biasanya terjadi diatas usia 3 tahun.  Perbedaannya utama adalah pada perilaku yang lebih agresif dari anak laki-laki dan kebanyakan perempuan yang lebih empatik dan suka menolong (Keenan dan Shaw, 1997).  Sehingga dengan alamiah anak-anak ini akan berkelompok sesuai gendernya.

Anak-anak sangat  tertarik untuk membedakan antara berkata benar dan berbohong.  Kadang-kadang mereka berbohong dalam rangka melakukan eksperimen.  Jujur pada anak dan melakukan segala sesuatu hal dengan wajar.  Perasaan malu, bangga dan sombong mulai tumbuh.  Hargai anak sebagai seorang individu.  Mereka mulai memahami perbedaan jenis kelamin dan mulai melakukan eksplorasi.

Menyediakan waktu untuk mendengarkan menumbuhkan percaya diri anak.  Mendengarkan apa yang anak katakan secara serius.  Pada usia 5-6 tahun merupakan saat yang tepat untuk memberinya tugas rumah sesuai kemampuannya.   Mendukung anak untuk membaca sebanyak mungkin.

Anak usia 9 lebih masih ingat cerita waktu berusia 5 tahunan.  Bahkan dengan mudah menceritakan detail cerita yang pernah didengar dulu.  Rasa aman dan hangat memudahkan tumbuhnya rasa percaya dirinya.

Konstruksi dan permainan membantu anak-anak untuk mempelajari keterampilan sosial yang penting berbagi dan bekerja sama.  Anak juga belajar lebih lanjut tentang membantu orang dewasa dalam kegiatan sehari-hari dan menemukan keseimbangan antara kemerdekaan dan sesuai dengan keinginan orang lain.   Anak-anak masih memerlukan kenyamanan dan keamanan orang-orang khusus.

Melek huruf dan berhitung dapat  berkembang dengan cepat dengan dukungan dari berbagai bahan menarik dan kegiatan.  Bahasa anak sekarang jauh lebih kompleks, jangan heran jika banyak yang menjadi mahir menggunakan kalimat yang lebih panjang.  Percakapan dengan orang dewasa menjadi sumber informasi yang lebih penting.

Belajar dan bermain dalam kelompok kecil membantu untuk mendorong pengembangan keterampilan sosial.  Anak-anak menjadi lebih mampu merencanakan dan melakukan kegiatan yang lebih menantang dengan berbagai bahan yang lebih luas untuk membuat dan melakukan.

Dalam fase ini anak-anak belajar secara efektif dalam kegiatan bersama dengan teman sebaya yang lebih mampu dan orang dewasa.  Literasi dan pemecahan masalah, penalaran dan keterampilan berhitung terus berkembang.

Pertanyaannya menjadi :

  1. Bagaimana caranya agar segala sesuatu yang kita ajarkan dapat pas dengan perkembangan anak?
  2. Terus Bagaimana cara yang tepat mengajarakan matematika yang menjadi momok sebagian bahkan kebanyakana orang tua?

Agar kita bisa “ngeh” dan pas mengajarkan matematika ini, silahkan mengikuti sarasehan dan workshop

Penyelenggara :

POM dan UKS KKM

Tempat :

Sarasehan : Halaman KB/TK Kebon Maen menggunakan Tenda 8 x 12 m, Panggung sebagian dari Aula TK di pintu masuk selatan ukuran 2 X 3 m

Work Shop : Aula TK, Kelas 1A dan 1B, Kelas 5 dan 6

Rencana Agenda

Waktu

Lama

Acara

Materi

08.15-08.45

30’

Registrasi

08.45-09.10

25’

Pembukaan

09.10-09.30

20’

Saresehan Pemateri 1

Sudut Pandang Psikologis

09.30-09.50

20’

Saresehan Pemateri 2

Cara Belajar yang Fun dan kreatif

09.50-10.10

20’

Tanya Jawab

10.10-11.00

50’

Stadium General

  1. Tahapan belajar Matematika TK-SD (1-3)
  2. Proses belajar proses kreasi
  3. info pembagian kelompok

11.00-12.00

60’

Work Shop Paralel I

Paralel dalam 3 klp

12.00-12.45

45’

Ishoma

12.45-13.45

60’

Work Shop Parelel II

Paralel dalam 3 klp

13.45-14.45

60’

Workshop Paralel III

14.45-15.15

30’

Penutup

Tanya jawab, kesimpulan, motivasi

Materi Workshop Paralel I-III (@ 1 jam)

  1. Pengelompokan/ lebih kecil-besar/ selisih/grafik
  2. Penjumlahan, pengurangan dan rumah puluhan
  3. Perkalian dan pembagian yang imajinatif dan kreatif

Informasi  dan konfirmasi pendaftaran:

 0812-8071-8638

0877-7036-2857

 021  -8791-2590

Pendaftaran

  Transfer BCA                      7380-1492-43

  Bank Mandiri Syariah     7020-4544-68

  Atas Nama Yustia Bustommy

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s